Inilah 866 Tafsir Mimpi Anda
-
Sahabat BLOG ANCI 9381, Berikut ulasan dari makna mimpi anda selama ini,
silahkan lihat dibawah ini : 1. Mimpi rambutnya putih : Akan cepat
beruntung dalam...
13 tahun yang lalu
LATERBRO.COM
TIPS AGAR STATUS AKUN FACEBOOK ATAU TWITTER ANDA TERUPDATE SECARA OTOMATIS
Sahabat #GudangTipsKita - Meski baik untuk mengasah kecakapan berbicaranya, orangtua berhak untuk tidak terus-menerus menjawab pertanyaan anak. Sebab, dalam kondisi tertentu orangtua tentu tidak dapat meladeni pertanyaan anak.
Di sini orangtua perlu mengajarkan, anak pun harus tahu saat yang tidak tepat untuk berceloteh. Misalnya ketika ayah atau ibu sedang ada tamu, maka anak harus tahu, pada saat itu orangtua tidak dapat melayani celotehannya.
Memang menerapkan hal itu tidak mudah karena kemampuan berpikir anak belum sampai sejauh itu. Kecuali pada anak-anak usia prasekolah akhir. Meski begitu, kita tetap harus berusaha tanpa harus memarahinya. Caranya, pertama cobalah pahami kebutuhan anak dengan respons positif seperti, "Wah, seru banget ya cerita Adek...." Kemudian yang kedua, lanjutkan dengan ajakan agar anak bisa mengendalikan keinginan bicaranya, "Tapi sekarang Bunda sedang ada tamu. Setelah Bunda selesai bicara dengan tamu, kita bahas lagi ya nanti."
Begitu pun bila anak tak putus-putus bertanya atau bercerita. Boleh kok kita hentikan. Hanya saja, lakukan dengan cara baik-baik, "Wah, cerita Adek banyak sekali. Tapi karena ayah harus mengganti ban mobil, ceritanya kita sambung lagi, ya." Atau,"Wah, pertanyaannya banyak juga ya. Bagaimana kalau disimpan untuk sore nanti?" Boleh juga dicoba, "Sudah dulu ya bicaranya. Sekarang coba tarik napas dan mulutnya, istirahat. Kalau Adek masih mau cerita, coba lewat gambar." Cara seperti ini, selain membuat anak jadi tenang, juga menawarkan cara lain untuk bercerita.
Hindari menyuruh anak diam dengan kasar, memarahi, atau mengabaikannya, karena semua itu hanya akan membuat semangatnya untuk berbicara turun. Anak akan berpikir, "Ah, males kalau cerita sama Bunda, aku disuruh diam," atau, "Ah, ngapain tanya-tanya, nanti malah diomelin." Semakin lama bukan tidak mungkin anak akan semakin menghindar, sehingga kelak dia memilih bersikap tertutup pada orangtua.
Perlu diingat juga, sebisa mungkin, hindari penggunaan kata larangan seperti, "jangan","tidak boleh", dan sejenis itu. Semakin sering kata-kata tersebut diucapkan, anak bukannya menghentikan apa yang dilarang, tetapi justru terdorong melakukannya. Selain itu, tak perlu bereaksi berlebihan bila apa yang diungkapkan anak terkesan mengada-ada, alias berfantasi. "Ma, tadi Dodi pakai baju Superman, terus dia bisa terbang. Beneran lo, Ma!" Sebab, adakalanya anak bercerita suatu kehebohan hanya untuk mendapatkan perhatian dari orang yang mendengarnya.
Jika menemukan hal ini, cukup berikan simpati pada ceritanya, "Oh, ya? Ada yang seukuran Bunda enggak, bajunya? Tapi coba deh Adek ingat-ingat lagi, waktu itu Adek pernah loncat dari kursi ke jendela dan jatuh, padahal kamu sedang memakai kostum Spiderman. Berarti benar enggak ya, baju Superman bikin Dodi bisa terbang?" Jawaban itu tentu akan memancing kemampuan berpikir anak.
Sahabat #GudangTipsKita - Pada usia emas seorang anak yaitu 1 hingga 5 tahun seorang anak akan mudah menyerap dan merespon tentang apapun yang terjadi disekitarnya, sehingga sebagai orang tua ataupun sebagai pengasuh terkadang kewalahan menghadapi emosi anak yang meledak-ledak. Mengutip dari ungkapan seorang Psikolog anak Dra Ratih Andjayani Ibrahim, MM disitus Republika.Co.Id (06/06/2012) bahwa kunci utama dalam melatih dan mengatur emosi anak berasal dari orang tua."Pada usia emas 1 hingga 5 tahun, anak seperti spons yang menyerap apapun yang terjadi di sekitarnya. Contoh utama adalah orang-orang terdekat yang ada di sekitarnya," ujar Ratih pada sebuah acara peluncuran program pendidikan dan kesehatan di Jakarta, Selasa (5/6).
Ditambahkannya, orang-orang terdekat itu biasanya adalah orang tua dan pengasuh. Pada usia emas, orang tua menjadi panutan anak yang akan ditiru hingga dewasa. "Oleh sebab itu, bila orang tua mampu mengelola emosinya di hadapan anak, karena anak akan mencontoh perilaku orang tuanya," sebut Ratih.
Ratih memberi contoh, bila ibu atau ayah sudah jengkel tak tertahan dengan anak, jangan dimarahi habis-habisan. Namun sebaiknya ambil jeda, tunggu hingga emosi mereda sehingga dapat berpikir dengan lebih jernih."Kalau emosi sudah tertata maka jelaskan pada anak tentang perilaku-perilaku mereka yang harus dikoreksi dan membuat anda marah," imbuh Ratih.
Ratih juga mengimbau, sebagai perpanjangan tangan orang tua di rumah, pengasuh juga harus mampu menjaga emosinya, sehingga pola didik yang diterapkan orang tua tidak terdistraksi. "Makanya, pilihlah pengasuh yang betul-betul bisa menjadi 'support system' anda," kata Ratih mengakhiri.
NGOMPOL pada anak-anak biasanya dikarenakan badan merasa sakit. Selain itu juga akibat banyak minum, ngedot atau minum susu formula.
Ngompol bisa diatasi. Seperti dengan melatih anak untuk pipis secara teratur. Menyuruh dan membawa anak untuk kencing sebelum dan sesudah bangun tidur, waktu lagi bermain serta membangunkannya saat tidur lama untuk pipis dahulu. Atau diurut atau pijat.
Urut atau pijat disamping bisa membuat tubuh menjadi segar, anak juga menjadi lincah dan ceria, badan merasa hangat, nyaman dan jadi doyan makan. Sehingga anak pun akan mudah tidur atau istirahat. Alias tidak mudah sakit.
Pijat untuk mengatasi ngompol adalah dengan merangsang organ-organ Visica urinaria, organ ginjal, saluran kencing dan kandung kencing.
Untuk mengatasi mengompol, lakukan urut/pijat di tempat kandung kencing diperut bagian bawah dengan telapak tangan miring, tekan cukup dalam lalu dorong ke atas sedikit selama 10 detik. Tekanan/pijatan diulang 20 kali lokasi berputar atau melingkari perut. Pijatan dilanjutkan bagian kaki, daerah pantat, pinggang dan punggung.
Selain mengatasi ngompol, pijat bisa juga melancarkan peredaran darah vena dan getah bening, menyempurnakan penyaluran sari makanan di dalam tubuh dan membina pertumbuhan serta perkembangan anak.
Bagi ibu bekerja yang tinggal berjauhan dengan orangtua atau saudara, pilihan satu-satunya untuk mengurus anak adalah dengan bantuan babysitter. Bagaimana memilih babysitter yang tepat?
Dikutip dari Baby Center, carilah babysitter yang punya usia cukup dewasa, namun masih bisa berinteraksi dengan menyenangkan saat bersama anak-anak. Berapa usia yang tepat untuk si babysitter? Anda sendirilah yang bisa menentukannya dilihat dari kemampuan babysitter tersebut.
Saat memilih babysitter, pastikan Anda juga punya referensi. Kalau memang tidak ada, ibu bisa mengetes kemampuannya. Paling utama dia harus tahu bagaimana melakukan pertolongan pertama saat anak terluka.
Babysitter yang Anda pilih haruslah orang yang memang Anda percaya untuk menangani situasi darurat. Dia akan tahu bagaimana harus bertindak saat situasi itu terjadi dan siapa yang harus dihubunginya.
Saat memilih babysitter, ada beberapa pertanyaan yang bisa Anda tanyakan padanya. Jawaban dari pertanyaan yang Anda berikan itu bisa menjadi referensi apakah dia memang layak atau tidak Anda pekerjakan. Pertanyan-pertanyaan itu di antaranya:
- Apakah dia punya pengalaman mengurus anak-anak? - Kenapa dia suka atau senang mengurus anak-anak? - Aktivitas apa saja yang bisa dia lakukan bersama anak? - Punyakah dia pengalaman darurat saat bersama anak-anak? - Bagaimana cara dia menenangkan anak yang menangis?
Selain pertanyaan-pertanyaan di atas, tentu Anda bisa menambahkan pertanyaan sendiri. Perlu diingat, tidak ada pertanyaan yang Anda rasa tidak relefan apabila terkait keselamatan dan kesehatan anak.
Setelah tahu bagaimana cara memilih babysitter, yang terkadang terlintas di pikiran ibu bekerja adalah berapa bayaran pengasuh anak tersebut? Gaji babysitter berbeda-beda tentunya, tergantung pada beberapa faktor, apakah dia tinggal bersama Anda, seberapa banyak tanggungjawabnya, berapa usianya, dan lain-lain.
Sebagai referensi soal gaji ini Anda bisa bertanya pada teman atau tetangga yang juga mempergunakan jasa babysitter. Bisa jadi babysitter yang Anda pilih juga telah memiliki standar gaji sendiri. Standar tersebut biasanya sudah ditetapkan oleh yayasan tempatnya bernaung, jika memang Anda mendapatkan si babysitter dari yayasan.
Gaji sudah sepakat dan babysitter siap bekerja, tentu Anda harus memberinya banyak instruksi sebelum Anda tinggal bekerja. Beri dia waktu beberapa hari untuk mengenal anak, rumah, dan Anda serta suami. Anda pastinya juga harus memperhatikan dulu bagaimana dia menghabiskan waktu dengan anak. Saat si babysitter bermain atau mengurus si kecil, Anda bisa menggunakan waktu tersebut untuk mengurus pekerjaan rumah lainnya.
Sejak jauh-jauh hari, Anda juga harus memberitahu padanya semua informasi yang penting, seperti nomer telepon darurat (nomer Anda, kantor dokter atau orangtua). Pastikan babysitter tahu kapan biasanya Anda mengajak si kecil tidur, makan, mandi dan semua aktivitas lainnya. Informasikan apa saja yang anak Anda bisa dan tidak bisa lakukan di kesehariannya.
Setelah dia bekerja dan Anda melihat pekerjaannya memuaskan, tentu Anda harus menjaga hubungan baik dengan babysitter tersebut. Pastikan Anda memang memperlakukan babysitter itu dengan baik. Jangan minta dia melakukan hal-hal yang memang menjadi tanggungjawabnya, seperti mencuci pakaian Anda. Kecuali Anda memang memberinya tambahan uang atas pekerjaan tersebut.
Kalau Anda merasa si babysitter cukup bertanggungjawab dan sayang pada anak, tidak ada salahnya mendengar pendapatnya jika memang dia mengucapkan hal itu. Misalnya saja ketika anak tidak mau makan sayur, dia memberi saran bagaimana agar anak mau. Meskipun Anda juga sudah paham, jangan tunjukkan kalau Anda tidak memerlukan sarannya tersebut.
Mudik telah menjadi bagian tradisi sebagian besar masyarakat saat Lebaran. Melakukan perjalanan jauh bersama keluarga ke kampung halaman tentu sebuah kenikmatan tersendiri. Hanya, mereka yang memiliki anak kecil kerap kewalahan dengan tingkah polah khas seperti tangisan dan rengekan di tengah keramaian.
Menurut Becky Wiggins, penulis parenting blog English Mum, banyak orangtua tertekan dengan tingkah polah anaknya di tengah keramaian. Mereka kerap khawatir terhadap tanggapan orang lain terhadap anak mereka sekaligus pola pengasuhannya.
"Stres terjadi karena kekhawatiran berlebihan orang tua, jadi saran terbaik untuk mereka adalah mengambil tindakan pencegahan ekstra sebelum memulai perjalanan," ujarnya dikutipFemale First. Tak jarang perilaku anak mengganggu kenyamanan orang lain di tengah perjalanan. Karena merasa terganggu, banyak orang yang lalu memandang sinis orangtua si anak. Inilah yang kemudian membuat orangtua menjadi tidak enak hati yang berujung stres. Padahal, anak cenderung semakin rewel saat merasakan orangtuanya stres.
Untuk menghindari hal-hal serupa terjadi pada perjalanan mudik tahun ini, berikut tips untuk Anda.
1. Santailah. Anggap perjalanan Anda sebagai petualangan. Jika Anda tidak stres, anak-anak pun akan merasa nyaman dan santai di dekat Anda.
2. Masukkan barang-barang yang menarik perhatiannya di dalam ranselnya. Anda bisa memasukkan mainan-mainan favoritnya, buku mewarnai, atau buku bacaan kesukaannya.
3. Simpan barang kejutan untuk dikeluarkan ketika keadaan darurat yang membuat tingkat stres Anda meningkat.
4. Jika Anda mudik dengan menggunakan pesawat terbang, ada baiknya tunggu beberapa menit untuk masuk ke dalam pesawat. Biarkan Anda dan keluarga lepas dari kerumunan orang sehingga mood perjalanan Anda pun kembali membaik.
5. Masukkan barang-barang penting perawatan bayi atau anak Anda ke dalam semua tas. Jangan masukkan hanya ke dalam satu tas. Hal ini untuk mengantisipasi hilangnya tas selama perjalanan. Jika dalam suatu kasus, tas berisi perlengkapan anak-anak Anda hilang, Anda masih memiliki cadangannya di tas yang lain.
6. Periksa semua perlengkapan penting seperti tiket, asuransi perjalanan, KTP, sebelum bepergian.
7. Jika Anda berpergian dengan anak yang masih sangat kecil seperti bayi dan balita, siapkan tas darurat. Isi tas tersebut dengan tisu basah, tisu, baju ganti, minyak kayu putih, dan yang terpenting kantong plastik.
8. Pergi lebih cepat dari waktu perjalanan. Itu perlu untuk menghindari perjalanan yang terburu-buru ke stasiun, terminal, atau bandara, serta menghindari antrian panjang.
Mengajarkan anak berpuasa perlu cara yang tepat, sehingga paling penting adalah bagaimana cara orangtua mengajak anak untuk ikut berpuasa di bulan Ramadan ini. Tapi jangan memaksakan kehendak jika sang anak belum siap berpuasa.
Sebagian orangtua mulai mengenalkan puasa saat anak masih TK atau awal masuk sekolah dasar. Tidak salah, karena ditinjau dari segi kesehatan, anak dapat diajarkan puasa secara efektif sejak berusia 4 tahun.
Mengajarkan anak berpuasa sejak umur 4 tahun tentunya sangat berkaitan dengan faktor tumbuh kembang anak. Usia itu seorang anak memiliki kondisi tumbuh kembang yang harus jadi pertimbangan utama orangtua dalam mengajarkan puasa.
Garis besarnya anak usia balita mengalami pertumbuhan dan perkembangan tubuh yang memerlukan asupan nutrisi (zat makanan) mencukupi untuk jadi bahan dasar dan bahan bakar proses tersebut. Kerja enzim yang diproduksi dalam saluran cerna anak berbeda fungsi dengan orang dewasa. Selain kerja sistem pencernaan, enzim yang terdapat dalam usus juga berfungsi untuk membantu proses tumbuh kembang yang ada.
Seorang pendidik di Banjarbaru, Isnaeni SE, mengungkapkan, sebaiknya mulai mengajarkan puasa itu secara bertahap. Misalnya puasa dari sahur hingga Zuhur lalu berbuka dan melanjutkan puasa kembali hingga Magrib karena ini merupakan salah satu proses pembelajaran bagi anak.
“Anak akan mau dengan sendirinya untuk melakukan puasa jika orangtua sering memberikan informasi mengenai manfaat dan pengertian puasa,” ujar Kepala Sekolah MTsN Nurul Hikmah ini.
Saat mulai mengajarkan berpuasa pada anak, ajaklah dengan cara yang menyenangkan, pilihlah kata-kata yang positif, tidak menyuruh, tidak membentak dan jangan membuat anak terpaksa melakukannya.
"Boleh memotivasinya dengan cara memberi hadiah. Jika anak puasa setengah hari, dapat buku tulis. Jika melanjutkan puasa hingga sore hari, hadiahnya lebih besar lagi,” seloroh Isnaeni.
BANYAK ibu baru yang merasa kurang nyaman untuk menyusui di tempat umum. Namun, tetap saja kebutuhan bayi haruslah diutamakan. Semua bayi perlu makan saat mereka lapar dan bayi mereka tentunya akan menangis bisa keinginannya tak dipenuhi. Berikut adalah cara untuk menyusui bayi kapan saja dan di mana saja:
1. Jika sudah tahu Anda akan pergi keluar untuk beberapa jam, pertimbangkan bagaimana dan di mana Anda berencana untuk menyusui.
2. Susui bayi sebelum Anda meninggalkan rumah supaya ia merasa kenyang lebih lama sebelum meminta susu lagi.
3. Kenakan pakaian yang longgar dan nyaman. Sudah banyak tersedia pakaian khusus yang memiliki kancing tersembunyi supaya kegiatan menyusui menjadi lebih mudah. Anda juga bisa menarik atau membuka kancing kemeja biasa.
4. Cari bangku atau kursi yang nyaman jika Anda berada di sebuah toko atau mal. Jika tidak ada kursi, tanyakan apakah Anda bisa menyusui di kamar pas.
5. Cobalah menyusui bayi sebelum ia menjadi sangat lapar. Ini akan membuat dia lebih tenang sehingga kemungkinannya kecil untuk menarik perhatian ekstra dengan menangis atau menarik-narik pakaian Anda.
6. Berilah barang atau mainan menarik untuk bayi sehingga ia akan tenang saat diberi susu.
7. Letakkan kemeja atau jaket di atas bahu Anda daripada menutup diri dengan selimut. Selimut hanya menarik perhatian pada fakta bahwa Anda sedang menyusui dan dapat membuat bayi kepanasan.
8. Susui bayi dengan gendongan. Putar tubuhnya ke arah Anda dan Anda pun siap untuk melaju pergi.
9. Hindari WC umum sebagai pilihan untuk menyusui. Bayangkan saja, apakah Anda ingin makan siang di kamar kecil?
10. Jadilah bijaksana dan bangga. Tak perlu malu karena Anda tengah memenuhi kebutuhan bayi dengan cara terbaik.
TAK sedikit anak yang enggan makan. Bagi mereka, aktivitas makan menjadi sebuah kewajiban yang sulit dipenuhi. Maka itu, tak mengherankan pula banyak ibu yang akhirnya merasa kebingungan dan mencari berbagai siasat agar si buah hati bisa makan dengan lahap.
Namun, janganlah menyerah dan akhirnya memberikan anak makanan apa saja, asalnya disukai seperti memberikan mereka makanan cepat saji. Berikut beberapa tips yang perlu diingat untuk memberikan makanan kepada anak.
1. Sarapan adalah makanan yang penting untuk aktivitas anak seharian. Untuk itu, orang tua setidaknya mesti tetap menyisihkan waktu selama 10-15 menit untuk anak agar menyelesaikan sarapan sebelum ia pergi ke sekolah.
2. Buatlah anak berpikir makanan adalah sesuatu yang menyenangkan. Jangan membuat anak merasa makanan seperti halnya sebuah tugas. Tapi, tetap masukkan bahan substansial yakni karbohidrat dan protein dalam makanan untuk menjaga agar tingkat energi anak tetap tinggi.
3. Berikan menu makanan yang berbeda setiap hari di piring anak. Variasi makanan adalah resep untuk kesehatan yang baik. Cobalah memvariasikan bentuk sajian telur, roti, sereal, dan buah-buahan. Biarkan pula ia memilih menu kesukaannya.
4. Pada dasarnya, makanan untuk anak haruslah mencakup sayuran berdaun hijau dan kacang-kacangan.
5. Perlu diketahui, lemak jenuh kurang baik untuk kesehatan. Maka itu, hindari goreng-gorengan sebagai camilan di siang hari secara. Hindari pula memberikan permen secara berlebihan.
6. Karena aktivitas bermain akan membuat anak banyak berkeringat, pastikan ia minum banyak cairan. Berikan air jeruk nipis atau jus jeruk selain susu dan yoghurt.
Hewan peliharaan dapat menjadi teman bagi pemiliknya. Walaupun sudah jinak tetap saja kita harus berhati-hati. Jangan lepaskan pengawasan pada anak Anda dengan hewan peliharaannya.
"Anak kecil memiliki risiko terluka yang tinggi akibat hewan peliharaan. Mereka suka bermain dengan berisik, bahkan sampai menendang dan memukul. Mereka memang tidak bermaksud melukai, tapi hal tersebut dapat memicu stres pada hewan peliharaan. " ujar Genevieve Reisinger, spesialis perilaku hewan, seperti dikutip Today's Parent.
Menurut Reisinger lagi, anak berusia balita belum bisa memahami atau mengingat instruksi spesifik yang Anda berikan tentang bagaimana harus bersikap saat bermain dengan hewan. Jadi, simaklah beberapa langkah di bawah ini agar anak Anda bisa bermain aman dengan hewan peliharaan:
1. Mengawasi
Anak kecil menganggap hewan peliharaan mereka selalu bersikap baik. Namun perilaku hewan sangat susah ditebak. Seorang anak kecil di Vancouver, Kanada pernah diserang oleh anjing saudaranya yang selalu berperilaku baik. Padahal anak tersebut tidak sengaja terjatuh dan menimpa anjing tersebut.
"Bahkan anjing yang lembut dapat menggigit jika ia merasa sakit atau takut," ucap Rebecca Ledger, seorang ethologist (ahli perilaku hewan) di Vancouver.
Mengawasi anak bermain dengan hewan peliharaan adalah cara terbaik untuk mencegah adanya kecelakaan. "Hewan peliharaan seharusnya tidak ditinggalkan sendiri bermain dengan anak-anak. Bahkan hamster pun bisa menggigit," tambah Reisinger.
2. Perkenalan yang baik
Kenalkanlah anak Anda dengan hewan peliharaan dengan cara yang baik. "Dudukkanlah anak Anda di kursi saat mengenalkannya dengan hewan peliharaan. Jangan lupa untuk memberikan tali dan penutup moncong pada hewan peliharaan. Hal tersebut dapat mengontol gerakan hewan peliharaan," jelas Ledger.
Kenapa anak harus duduk? Anak-anak biasanya suka berlari-larian. Jika saat diperkenalkan pada hewan peliharaan, ia berlarian, kemungkinan besar, ia bisa dikejar (jika hewan peliharaannya anjing) dan terluka. "Sudah sifat alami anjing untuk mengejar sesuatu yang bergerak-gerak di depannya," tutur Ledger lagi.
3. Berikan tempat sendiri
Anda harus mengajarkan anjing untuk pergi ke kandang bila dia terlihat mulai stres. "Anjing harus selalu memiliki kandang yang aman dan nyaman. Mereka bisa berdiam diri di kandang ketika merasa stres," ucap Reisinger. Biasanya kucing mudah menemukan tempat-tempat aman mereka, kolong tempat tidur dan lemari.
Ajarkan anak Anda untuk tidak mengganggu hewan peliharaan yang sedang stres. Reisinger menyarankan, Anda dapat memasang batas untuk menjaga anak Anda dan jangan pernah berhenti mengawasinya.
4. Kenali gerak tubuh hewan
"Anjing berkomunikasi dengan setiap gerakan tubuh mereka. Kita menonton, memperhatikan dan menanggapi mereka. Kenali tiap gerakan agar tidak terjadi serangan, karena salah menangkap sinyal awal yang diberikan anjing bisa berakibat buruk, " kata Reisinger.
Ledger menambahkan, anjing saat kecil bisa toleran dengan perilaku majikannya yang masih anak-anak. Namun saat dewasa, si anjing semakin sulit menerima sikap majikannya. Selain itu, anjing semakin tua juga bisa terkena penyakit. Mereka bisa buta dan tuli.
5. Etika binatang
Siapa bilang hewan tidak dapat diajarkan beretika? Ketika Anda melihat seseorang dengan anjingnya, peganglah tangan anak Anda. Mintalah izin untuk memberi makan anjing tersebut. Biarkan anjing yang bergerak ke arah anak, bukan anak yang mendekati anjing. Jika anjing tampak bersahabat, tunjukkan pada anak bagaimana mengusap lembut leher, dagu atau sepanjang punggung anjing. Jangan menyentuh mata, telinga dan bagian atas kepala anjing.
6. Antisipasi kecelakaan
Bagaimana jika anak Anda digigit atau dicakar? Jika mengoyak kulit, anak harus dibawa ke dokter. Selalu ada risiko infeksi dan diperlukannya antibiotik. Gigi dan cakar kucing paling banyak mengandung banyak kuman.
Meskipun memelihara hewan penuh dengan risiko, Ledger merasa bahwa memelihara hewan memiliki manfaat untuk anak-anak. "Penelitian menunjukkan bahwa hewan peliharaan membantu anak-anak belajar empati dan tanggung jawab, serta dapat mengurangi risiko beberapa penyakit dan alergi. Anda hanya perlu mengelola situasi dengan hati-hati," tandasnya.
Menurut sebuah penelitian di Inggris, 70 persen anak perempuan sekarang ingin menjadi lebih kurus. Hasil penelitian itu pun membuat banyak pihak khawatir, termasuk para orangtua. Bagaimana agar anak perempuan Anda tak terobsesi kurus?
Pendiri National Centre for Eating Disorders, Deanne Jade, mengatakan ada beberapa cara yang bisa dilakukan orangtua agar anak-anak perempuan tidak terlalu terobsesi jadi kurus, tapi tetap ingin hidup sehat. Berikut ini beberapa caranya seperti dilansir Daily Mail:
1. Ketika berhubungan dengan diet, janganlah membicarakan soal makanan sebagai topik pembicaraan. Walaupun sebenernya Anda bermaksud untuk memberitahu agar anak memakan makananan yang sehat, tetap saja itu bisa membuat anak berpikir tentang penurunan berat badan.
Tanpa perlu bicara panjang mengenai personalan makanan, pastikan di rumah anda sudah menyiapkan berbagai macam makanan yang bergizi dan bernutrisi. Jangan lupa sebagai orang tua, Anda juga harus memberi contoh dengan ikut duduk dan makan makanan sehat yang sama dengan anak.
2. Jangan membicarakan persoalan diet terutama di depan anak-anak Anda karena akan memotivasi mereka untuk mencoba melakukan diet. Anak pun bisa semakin terus mencoba untuk melakukannya dan hal itu bisa berdampak tidak baik bagi mereka.
3. Ajaklah mereka masak bersama, jelaskan dari mana dan bagaimana cara membuat makanan sehat tersebut. Memasak bersama adalah salah satu cara agar seorang ibu bisa dekat dengan anaknya.
4. Tanyakan kepada si kecil tekanan apa yang dialaminya. Ketika anak mulai terobsesi mengenai berat badan mereka, pasti mereka sedang mengkhawatirkan sesuatu. Siapatau saja teman-teman di sekolahnya telah menekan dia.
5. Sebaiknya jangan memarahi anak saat mereka baru saja ketahuan memakan makanan tidak sehat seperti junk food. Kemarahan Anda justru akan membuat anak semakin merasahiakan segala makanan yang mereka makan.
6. Pastikan agar sang ayah tidak mengkiritk apapun terutama menganai berat badan wanita karena anak Anda akan berpikir itu lah yang telah dipikirkan oleh para lelaki.
7. Ketika anak Anda mulai tidak percaya diri dengan penampilan mereka cobalah beritahu mereka bahwa seseorang itu tidak mesti terlihat menarik hanya dari luarnya saja. Katakan pada anak bahwa wanita itu juga dilihat dari kepribadiannya yang baik dan prestasinya.
8. Coba buat jelaskan pada anak bahwa media-media baik di televisi atau majalah dibuat karena mereka harus menjual produk-produk mereka kepada konsumen. Beritahu mereka mengenai dunia media dan tujuan sebenarnya dari media-media.
9. Jangan pernah mengkritik apapun mengenai bentuk tubuh anak Anda. Jika mereka mulai mengungkapkan keraguan mereka tentang penampilannya, cukup dengarkan tanpa mengabaikan dan mengkhawatirkannya. Selalu dengarkanlah apa yang anak Anda katakan karena gangguan makan pada seseorang biasanya akibat dari orangtua yang tidak pernah mau mendengarkan pembicaraan anak.
10. Jadilah contoh yang baik bagi anak-anak Anda. Kebiasaan-kebiasaan yang sering Anda lakukan nantinya akan ditiru oleh anak-anak.
Sebagai orangtua, Anda akan merasa sangat pusing saat menghadapi anak yang sulit diatur. Gara-gara hal itu, biasanya Anda malah akan memarahi anak. Padahal sebenarnya ada cara efektif dan kreatif agar si kecil tidak lagi semaunya sendiri.
Menurut penulis buku 'Siapa Bilang Ibu Bekerja Tidak Bisa Mendidik Anak dengan Baik?', Melly Kiong, semua persoalan yang terjadi pada anak, sebenarnya awalnya karena orangtua juga.
Contohnya jika anak suka melawan, biasanya hal itu karena orangtuanya terlalu galak. Kalau anak manja, hmmm, Anda sebaiknya pikir lagi, siapa yang awalnya memanjakan anak.
Melly mengatakan, seharusnya orangtua jangan cepat menghakimi jika anak melakukan sesuatu hal yang menurut Anda salah. Sebagai orangtua, Anda juga harus melihat dari kacamata anak.
Untuk anak yang sulit diatur, Melly punya cara jitu untuk mengatasinya. Hal yang perlu dilakukan agar anak tak lagi semaunya sendiri adalah dengan membangun mental konsekuen sejak dini. Apa maksudnya?
"Buat aturan bersama-sama," ujar wanita 42 tahun yang bukunya diminta oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk ditaruh di perpusatakaan di negeri Paman Sam itu. Melly berbagi tips saat ditemui dalam acara Interactive Talkshow & Coaching Clinic Indomaret di Kidzania, Pacific Place, Jakarta Selatan, baru-baru ini.
Dalam membuat aturan bersama ini tentu saja anak harus dilibatkan. Jika Anda ibu bekerja, ajak juga orang yang mengasuh anak sehari-hari, entah itu sang nenek atau pengasuh.
"Misalnya kalau anak minta dibelikan game. Buat dulu aturannya bersama-sama kapan boleh main game," tuturnya.
Saat membuat aturan tersebut, anak juga perlu diajarkan disiplin. Contohnya, kalau anak tidak mengikuti aturan yang sebenarnya sudah ia sepakati itu, apa konsekuensinya. Konsekuensi tersebut tentunya juga harus dibuat bersama-sama dengan anak.
Dengan melibatkan dia, si kecil akan merasa orangtuanya tidak semauanya sendiri. Anak juga seperti memiliki kekuasaan, karena dia ikut terlibat dalam pembuatan aturan tersebut.
Sebagai orangtua, menurut Melly, Anda juga perlu membangun mental juang anak. Hal ini agar anak mau berusaha meraih sesuatu yang diinginkannya.
Selama ini, anak menjadi manja karena memang orangtua lah yang memanjakan mereka. Apalagi orangtua yang bekerja. Mereka kerap merasa bersalah karena sudah menghabiskan waktunya berjam-jam di luar rumah, bukan dengan anak. Saat libur tiba, anak minta sesuatu, orangtua cenderung memberikannya, tanpa perlu si anak mengerti artinya berusaha.
Bagaimana caranya membangun mental juang anak? Melly telah mempraktekkannya pada anaknya sendiri. Ia membuat daftar kebaikan atau kepintaran yang telah dilakukan anak-anaknya dalam sepekan. Ibu dua anak itu tidak lupa menyediakan hadiah untuk anak-anaknya saat mereka mampu dan mau melakukan hal-hal baik tersebut.
Daftar kebaikan atau kepintaran ini ditulis oleh si anak sendiri. Setiap pulang bekerja, Melly akan bertanya pada anaknya, apa yang sudah si anak lakukan hari ini. Misalnya saja, mau makan sayur, bisa memakai sepatu sendiri, bisa makan sendiri, dan lain-lain.
Hadiah yang diberikan pada anak tidak perlu mahal-mahal. Mainan atau buku bacaan sesuai keinginannya bisa jadi salah satu contoh hadiah untuk anak.
"Menulis hal-hal baik ini juga termasuk salah satu cara membangun kepercayaan diri anak. Hargai hal-hal kecil yang dilakukan anak, berikan pujian," tandas wanita yang sebelum menulis buku, 21 tahun bekerja sebagai marketing.
Siapa yang tak ingin memiliki anak yang pe-de alias penuh percaya diri. Anak-anak pe-de pantang menjadi penakut dan umumnya bisa menyelesaikan problema kecil di hadapannya. Ia juga tidak selalu tergantung pada orang tuanya. menjadikan anak pe-de tak bisa dilakukan semalam. Anda perlu membangunnya selagi dia balita. Bagaimana kiatnya, berikut kiatnya, seperti yang dirangkum dari situs Babycenter:
# Jangan membanding-bandingkan
Jangan terlalu sering membandingkan anak Anda dengan anak yang lain, apakah itu teman atau lebih-lebih saudara. Sebaliknya, berfokus pada apa yang membuat anak Anda berbeda dan biarkan dia tahu cara khusus untuk mengatasinya. "Itu saja akan membantu meningkatkan kepercayaan dirinya dan membuatnya lebih nyaman di depan orang lain," jelas Lynne Milliner, ahli psikologi anak di Rumah Sakit Cleveland.
# Jangan memberi "label" anak Anda
Jangan pernah memberi label pada anak, apalagi di depan orang lain, kata psikolog Tina Payne Bryson, PhD. Misalnya, jika anak Anda bersembunyi di balik kaki Anda dan menolak untuk menyapa rekan Anda, Anda mungkin tergoda untuk mengatakan sesuatu seperti, "Maaf, Om, dia pemalu." Sebaliknya, beritahu anak Anda, "Tak apa-apa sekarang malu, tapi nanti salaman ya?"
# Jadilah model bagi anak
Jadilah contoh keramahan di depan anak Anda, kata Sara Lise Raff, konsultan pendidikan. Misalnya, jika Anda pergi ke lingkungan yang baru bagi anak, tunjukkan cara "masuk" dalam kelompok itu. Misalnya, menyapa salah seorang di antaranya dengan percakapan ringan, "Aku suka boneka barumu, Emily. Siapa namanya?" Anak-anak suka meniru perilaku orang tua mereka, sehingga melihat Anda nyaman dengan orang lain akan menunjukkan dirinya tidak ada yang perlu ditakutkan.
# Jangan terlalu keras menghukumnya
Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang orang tuanya mendidik mereka terlalu keras,akan membuat anak menarik diri. "Karena anak-anak pemalu merasa ketidakpastian dan kecemasan dalam situasi sosial tertentu, ketika orangtua memaksa mereka untuk berpartisipasi, itu hanya membuat mereka lebih cemas, sehingga lebih kecil kemungkinannya mereka akan bersedia untuk mencobanya waktu berikutnya," kata pakar parenting, Tina Payne Bryson. Jika anak Anda bersikeras bahwa dia tidak ingin melakukan sesuatu yang terasa menakutkan bagi dia, biarkan dia tahu Anda berada di sana untuk membuatnya merasa aman, tapi jangan memaksanya.
# Tapi, juga jangan terlalu melindungi
Di sisi lain, katanya, penting bahwa Anda memberi kesempatan anak Anda untuk sukses dalam situasi yang baru. "Bantu si kecil mengambil langkah-langkah lembut ke arah pencapaian dan prestasi. Misalnya dengan mengatakan, "Aku tahu itu sulit (atau Anda merasa tidak nyaman), tetapi Aku akan bersamamu. Mari kita coba saja."
# Pujian kecil sangat penting
Biarkan anak Anda tahu betapa bangganya Anda pada kemajuannya. "Setiap kesempatan yang ada, dan terutama ketika anak Anda di sebelah Anda, komentari keterampilan yang baru diperolehnya," kata Barack Levin, penulis The Diaper Chronicles: A Stay-at-Home Dad's Quest for Raising Great Kids.
# Utarakan cinta Anda
Cinta orang tua pada gilirannya akan membantu anak mereka mengembangkan harga diri dan kepercayaan diri, kata Renee Mosiman, seorang terapis keluarga dan salah satu penulis buku The Smarter Preschooler: Unlocking Your Child's Intellectual Potential. . Mengetahui bahwa Anda sekitarnya untuk mengawasi dan mengulurkan tangan saat diperlukan akan membantu anak Anda merasa nyaman berada di sekitar orang lain. Jadi, sesekali memberi pelukan dan ciuman sah-sah saja.