Tampilkan postingan dengan label TIPS BULAN RAMADHAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TIPS BULAN RAMADHAN. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 Agustus 2011

TIPS CARA TEPAT MENGEMUDI SAAT MUDIK



#GudangTipsKita - 



Mengemudi mobil, terlebih tanpa pengganti, saat perjalanan mudik akan menguras tenaga dan pikiran. Maklum, sejumlah tantangan bakal Anda temui saat menjalani ritual tahunan itu.

Jalanan yang penuh sesak dengan kendaraan, beraneka macam karakter pengemudi dan jalanan, serta cuaca yang tak menentu akan menjadi persoalan yang harus Anda hadapi. 

"Agar tetap bugar fisik dan psikis, maka cara mengemudi mobil pun harus tepat," tutur Muhamad Juanda, penggiat keselamatan berkendara saat ditemui di Jakarta, Rabu, 23 Agustus 2011.

Menurutnya, posisi dan cara mengemudi yang tepat tidak hanya meminimalkan risiko bila terjadi kecelakaan, tetapi juga mengurangi kelelahan fisik dan psikis. Sebaliknya, cara mengemudi yang salah juga bisa memicu kecelakaan.

Lantas seperti apa posisi yang benar? Berikut penjelasan Juanda.


Posisi duduk
 
Posisi duduk, tangan, serta kaki saat mengemudi sangat menentukan kenyamanan dan keamanan seorang pengemudi. Bila posisi semua bagian tubuh itu benar, maka saat kondisi darurat pengemudi akan cepat melakukan gerakan refleks dengan tepat dan cepat. 

Posisi duduk yang benar adalah posisi badan tegak membentuk sudut 100-115 derajat dari arah tempat duduk. Oleh karena itu, posisikan sandaran jok membentuk sudut sebesar itu. 

Posisi lengan hingga tangan juga harus santai, tidak kaku maupun menjuntai ke bawah. Posisi siku harus membentuk sudut 110-115 derajat. Hal itu dimaksudkan agar tangan bisa melakukan refleks yang sempurna bila kondisi darurat terjadi.

Adapun posisi kaki, yaitu antara paha dengan betis membentuk sudut 110-120 derajat. Kemudian atur jarak tubuh dengan setir mobil sejauh 25 sentimeter. 

Atur  sabuk pengaman, kursi, sandaran kepala, dan setir dengan tepat
Setelah menentukan posisi duduk dengan tepat, pastikan semua peranti pengaman terpakai dengan benar. Gunakan sabuk pengaman hingga melewati tulang bahu dan pinggul. 

Atur sandaran kursi agar terasa nyaman, tidak terlalu tegak, namun tidak terlalu landai. Posisi sandaran terhadap bangku harus membentuk sudut 110-115 derajat.

Pastikan pula bahwa posisi duduk Anda sudah nyaman menjangkau lingkar kemudi atau setir mobil. "Bila mobil sudah menggunakan teknologi tilt steering, sesuaikan ketinggian kemudi hingga Anda merasa nyaman untuk mengemudi," ujar Juanda.

Pastikan posisi tangan di setir sudah tepat
Posisi tangan yang tepat di setir adalah tidak mencengkeram roda kemudi. Posisikan ibu jari tegak ke atas dan menempel di peranti itu. Adapun keempat jari menggenggam setir.


Penempatan ibu jari seperti untuk menghindari risiko fatal bila saat bermanuver dan tangan atau jari masuk ke sela palang setir. Pasalnya, saat berputar arah, menikung dan berputar di jalanan melingkar, lingkar kemudi yang diputar hingga maksimal akan kembali dengan cepat begitu tarikan dilepas. 

Selain itu, penempatan tangan juga harus tepat. Tempatkan tangan kiri berada di posisi angka 9 di jam. Kemudian tangan kanan berada di posisi angka 3.

Hal lain yang juga patut diperhatikan, hindari kebiasaan mengemudi dengan satu tangan. 

Atur spion dengan tepat dan gunakan rem dengan bijak
Posisi mengemudi yang tepat tidak semata-mata memastikan posisi duduk dan tangan yang benar, tetapi juga mengatur perangkat mobil penunjang keamanan yang tepat. Spion misalnya. Baik spion samping maupun tengah harus diposisikan sedemikian rupa sehingga Anda bisa dengan leluasa dan jelas memantau kondisi sekeliling mobil.

Sementara untuk pengereman, lakukan pengereman kombinasi, yaitu dengan melakukan pengereman konvensional melalui injakan pedal rem denganengine brake. 

"Sistem engine brake bisa Anda lakukan dengan memindah posisi gigi dari tinggi ke rendah. Dengan demikian, pengereman lebih pakem," saran Juanda.



Sumber :
TempoInteraktif.Com


SAHABAT, JANGAN LUPA SILAH BACA : UNTUK BERBAGI INFO, SEBAR LUASKAN TIPS INI :
Readmore »

TIPS CARA MENCEGAH ANAK MENJADI REWEL SAAT MUDIK



#GudangTipsKita.Blogspot.Com - 


Mudik telah menjadi bagian tradisi sebagian besar masyarakat saat Lebaran. Melakukan perjalanan jauh bersama keluarga ke kampung halaman tentu sebuah kenikmatan tersendiri. Hanya, mereka yang memiliki anak kecil kerap kewalahan dengan tingkah polah khas seperti tangisan dan rengekan di tengah keramaian.

Menurut Becky Wiggins, penulis parenting blog English Mum, banyak orangtua tertekan dengan tingkah polah anaknya di tengah keramaian. Mereka kerap khawatir terhadap tanggapan orang lain terhadap anak mereka sekaligus pola pengasuhannya.

"Stres terjadi karena kekhawatiran berlebihan orang tua, jadi saran terbaik untuk mereka adalah mengambil tindakan pencegahan ekstra sebelum memulai perjalanan," ujarnya dikutipFemale First.
Tak jarang perilaku anak mengganggu kenyamanan orang lain di tengah perjalanan. Karena merasa terganggu, banyak orang yang lalu memandang sinis orangtua si anak. Inilah yang kemudian membuat orangtua menjadi tidak enak hati yang berujung stres. Padahal, anak cenderung semakin rewel saat merasakan orangtuanya stres.

Untuk menghindari hal-hal serupa terjadi pada perjalanan mudik tahun ini, berikut tips untuk Anda.

1. Santailah. Anggap perjalanan Anda sebagai petualangan. Jika Anda tidak stres, anak-anak pun akan merasa nyaman dan santai di dekat Anda.

2. Masukkan barang-barang yang menarik perhatiannya di dalam ranselnya. Anda bisa memasukkan mainan-mainan favoritnya, buku mewarnai, atau buku bacaan kesukaannya.

3. Simpan barang kejutan untuk dikeluarkan ketika keadaan darurat yang membuat tingkat stres Anda meningkat.

4. Jika Anda mudik dengan menggunakan pesawat terbang, ada baiknya tunggu beberapa menit untuk masuk ke dalam pesawat. Biarkan Anda dan keluarga lepas dari kerumunan orang sehingga mood perjalanan Anda pun kembali membaik.

5. Masukkan barang-barang penting perawatan bayi atau anak Anda ke dalam semua tas. Jangan masukkan hanya ke dalam satu tas. Hal ini untuk mengantisipasi hilangnya tas selama perjalanan. Jika dalam suatu kasus, tas berisi perlengkapan anak-anak Anda hilang, Anda masih memiliki cadangannya di tas yang lain.

6. Periksa semua perlengkapan penting seperti tiket, asuransi perjalanan, KTP, sebelum bepergian.

7. Jika Anda berpergian dengan anak yang masih sangat kecil seperti bayi dan balita, siapkan tas darurat. Isi tas tersebut dengan tisu basah, tisu, baju ganti, minyak kayu putih, dan yang terpenting kantong plastik.

8. Pergi lebih cepat dari waktu perjalanan. Itu perlu untuk menghindari perjalanan yang terburu-buru ke stasiun, terminal, atau bandara, serta menghindari antrian panjang.



Sumber :
Vivanews.Com

SAHABAT, JANGAN LUPA SILAH BACA : UNTUK BERBAGI INFO, SEBAR LUASKAN TIPS INI :
Readmore »

TIPS 7 CARA HEMAT BATERAI SMARTPHONE KALA MUDIK


#GudangTipsKita.Blogspot.Com - 


Mudik lebaran segera dimulai. Bagi pengguna smartphone dan memilih perjalanan darat, satu yang jadi perhatian barangkali adalah ketahanan baterai. Ya, smartphone memang cukup haus daya. Bagaimana cara agar baterai smartphone awet dan jadi teman mudik setia? Terlebih, mengisi ulang baterai mungkin agak sulit dalam perjalanan. Simak tips berikut:

1. Matikan koneksi 3G jika tidak dibutuhkan

Koneksi 3G lebih ngebut ketimbang EDGE atau GPRS. Namun daya yang dibutuhkan juga lebih besar. Saat mudik, tak ada salahnya koneksi ke 3G dimatikan jika yang lebih banyak dilakukan hanya telepon, SMS dan sesekali memeriksa email. Koneksi EDGE agaknya cukup memenuhi kebutuhan. Lagipula mungkin masih banyak jalur mudik yang belum tercover 3G.

2. Matikan fitur yang tidak diperlukan

Fitur seperti WiFi, Bluetooth, sebaiknya dimatikan karena kemungkinan besar tidak terlalu diperlukan dalam aktivitas mudik. Fitur pemetaan dengan GPS mungkin akan sangat membantu jika tersesat dan ingin mengetahui jalur. Namun GPS dapat 'memakan' baterai dengan cepat. Jadi gunakan secara bijak.

3. Kunci layar dan turunkan brightness

Khususnya di ponsel layar sentuh, mengunci layar saat tidak dipakai perlu dilakukan agar sentuhan tidak mengaktifkan ponsel dan memboroskan baterai. Lalu, menurunkan setting brightness sampai level minimum yang masih bisa dilihat mata bakal membuat baterai lebih awet. Persingkat pula setting jangka waktu layar menyala.

4. Minimalisir main game, mendengarkan musik dan akses aplikasi

Pada saat mudik, kegunaan smartphone yang paling utama barangkali adalah untuk tetap dapat terhubung dengan rekan atau keluarga di kampung halaman. Maka, ada baiknya untuk menahan diri tidak mengakses hiburan yang haus daya seperti game atau aplikasi tertentu di smartphone.

5. Download aplikasi penghemat baterai

Terdapat beberapa aplikasi penghemat baterai yang bisa diunduh sebelum melakukan mudik. Aplikasi ini dapat membantu menghemat baterai dengan praktis dan mudah. Pengguna BlackBerry bisa mengunduh NB BattStat atau yang lain. Di iPhone, ada Battery Go. Sedangkan di Android, ada aplikasi Juice Defender dan sebagainya.

6. Matikan vibration

Biasanya fitur getaran atau vibration memakan lebih banyak daya ketimbang ringtone. Jadi ada baiknya memilih ringtone saja sebagai penanda ketimbang mengaktifkan vibrasi smartphone.

7. Matikan smartphone saat tidak dibutuhkan

Tidak setiap waktu para pemudik dapat melayani panggilan. Misalnya saat melalui wilayahblankspot (tak ada sinyal) atau ingin lebih berkonsentrasi mengemudi hingga beristirahat di malam hari untuk memulihkan tenaga. Tidak ada salahnya pada saat itu, smartphone dimatikan untuk menghemat baterai.



Sumber :
Detiknet.Com

SAHABAT, JANGAN LUPA SILAH BACA : UNTUK BERBAGI INFO, SEBAR LUASKAN TIPS INI :
Readmore »

Sabtu, 20 Agustus 2011

TIPS CARA MENGHINDARI KEJAHATAN PEMBIUSAN SAAT MUDIK (BACA, SILAHKAN KLIK...)




Bagi anda yang akan pulang kampung saat lebaran harap berhati-hati dan harus pintar-pintar menjaga diri dari pelaku-pelaku kejahatan dengan jalan pembiusan.
Seketika anda akan tidak sadar dan saat tersadar harta anda bisa raib dibawa kabur penjahat.
Berikut tips Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Baharudin Djafar supaya anda tidak menjadi korban pembiusan dan hipnotis baik saat mudik atau pun balik.
Pertama, pemudik sebaiknya jangan lekas percaya kepada orang yang sama sekali yang belum anda kenal.
Kedua, selama perjalanan pulang ke kampung halaman, pemudik harus banyak dzikir, jangan jalan sendirian, dan saling mengingatkan satu dengan yang lain.
Ketiga, jangan mudah menerima makanan atau minuman kaleng, sebab bisa saja makanan dan minuman itu sudah diracun.
Keempat, kenali modus-modus pelaku pembiusan. Pelaku biasanya beraksi di tempat yang ramai pemudik. Modus operandinya berpura-pura mengajak bicara. Setelah merasa akrab, pelaku biasanya menawarkan minuman kaleng atau makanan yang sudah diberi obat tidur. Setelah anda meminumnya, anda akan tidak sadarkan diri, lalu harta anda akan dibawa lari pelaku.
Kelima, bila ada masyarakat yang mengetahui korban pembiusan, segeralah laporkan ke kantor polisi atau ke posko keamanan terdekat.
Menurut, Baharudin pelaku pembiusan dan hipnotis merupakan pemain lama yang biasa beraksi. Jadi modusnya sebenarnya sudah bisa diketahu.
"Tapi tidak tertutup kemungkinan pula, wajah-wajah pelaku baru bermunculan. Untuk bisa mengetahuinya, tentu para pelaku pembiusan harus ditangkap lebih dulu," jelas Baharudin.
Berdasarkan data yang dihimpun, kasus kejahatan denga cara membius korbanya terakhir kali terjadi di Tanjungpriok. Dua orang kuli yang hendak mudik ke Indramayu tak sadarkan diri setelah meminum kopi yang dicampur obat tidur sama pelakunya.



Sumber :
Tribunnews.com



SAHABAT, JANGAN LUPA SILAH BACA : UNTUK BERBAGI INFO, SEBAR LUASKAN TIPS INI :
Readmore »

Kamis, 18 Agustus 2011

TIPS BILA PEMBANTU MUDIK LEBARAN (BACA, SILAHKAN KLIK....)



Sudah menjadi tradisi bila pembantu atau babysitter pulang kampung atau mudik saat lebaran datang. hal ini berarti semua pekerjaan rumah tangga harus dikerjakan sendiri selama beberapa hari, agar tidak kelelahan dan stres, berikut ada beberapa tips yang cukup berguna :

Bagi Tugas
Apabila anak anda sudah agak besar, libatkan mereka dalam pekerjaan rumah tangga, hal ini sekaligus berguna untuk melatih mereka mengenal dan melakukan pekerjaan rumah tangga, sehingga kedepan mereka bisa menjadi anak mandiri dan bertanggung jawab.
Susunlah pekerjaan rumah tangga yang kira-kira bisa dilakukan suami, istri dan anak-anak. misalnya, dipagi hari suami mencuci dan menjemur pakaian. sedang istri memasak dan mengurus anak.
Pekerjaan rumah tangga lain, seperti membersihkan rumah, menyapu, mengepel dan menyetrika bisa dilakukan pada malam hari, sepulang kerja misalnya. Diperlukan kesadaran dan kepekaan suami untuk membantu pekerjaan rumah tangga yang dilakukan istri, sedang bagi istri sendiri harus bisa mengkomunikasikan dengan baik bila membutuhkan bantuan suami.
Bila suami dan istri sama-sama bekerja, harus disadari bahwa keduanya telah capai setelah bekerja, karena itu jika tidak dapat melakukan pekerjaan rumah tangga dengan sempurna jangan saling memarahi.

Libatkan Keluarga Besar
Jika anak-anak masih kecil atau ada bayi, dan anda merasa kerepotan, komunikasikan kesulitan anda pada keluarga besar anda.
Jelaskan dengan baik bahwa anda membutuhkan bantuan mereka selama tidak ada pembantu. sehingga mereka tidak merasa keberatan. Misalnya mengajak kakek-nenek atau keponakan yang sudah remaja ke rumah untuk menjaga si kecil, atau titipkan saja si kecil di rumah mereka selama anda bekerja.
Jangan lupa bawa perlengkapan si kecil selama menginap. Dengan begitu saudara yang anda titipi tidak merasa direpotkan. Melibatkan keluarga besar juga bermanfaat untuk mempererat kekeluargaan dan mendekatkan anak-anak dengan saudara-saudaranya.

Jangan Panik dan Cemas
Kunci utama adalah kendalikan diri anda, jangan merasa panik dan cemas hanya karena tidak ada pembantu. karena kepanikan dan kecemasan justru akan membuat pekerjaan terbengkalai dan akhirnya stres. anggaplah kepulangan pembantu sebagai momen untuk lebih mendekatkan diri dengan anggota keluarga yang selama ini sering ditinggalkan.

Jangan Terlalu Sering Berganti Pakaian
Bila sering berganti pakaian, bisa-bisa suami atau siapa pun yang bertugas mencuci pakaian akan marah-marah, karena cuciannya jadi banyak.
Selain itu, usahakan tidak memakai pakaian yang berlapis-lapis dan pilihlah pakaian yang berbahan sederhana yang tidak sulit mencucinya atau menyeterikanya.

Cari Pembantu Pengganti
Jika memang tidak mampu mengerjakan semua sendirian, sewalah pembantu harian yang bekerja mulai pagi hingga sore tanpa perlu menginap. satu hal yang perlu anda perhatikan adalah hati-hati ketika memilihnya. Pertimbangkan latar belakangnya agar anda merasa aman ia masuk ke dalam rumah tangga anda, jika pembantu tersebut juga bertugas menjaga si kecil, pilihlah pembantu yang bisa memahami keadaan si kecil.

Cuti Bergantian Dengan Suami
Bagi suami-istri yang sama-sama bekerja, jika memungkinkan mintalah waktu cuti bergantian supaya anak tetap ada yang menjaga, dan pekerjaan tidak terbengkalai.
Kapan dan berapa lama waktu cuti yang tepat untuk suami dan istri sangat bergantung pada peran masing-masing di tempat kerja. Misalnya, jika istri punya jabatan lebih tinggi dari suami, ia tentu hanya bisa mengajukan cuti lebi singkat ketimbang suami.

Atur Kepulangan Pembantu
Jika mempunyai pembantu lebih dari satu, aturlah kepulangan mereka. Pertimbangkan pemberian bonus bagi pembantu yang tidak pulang kampung saat Lebaran. Ini adalah bentuk penghargaan bagi pembantu yang mengorbankan waktunya untuk berkumpul bersama keluarga di desa, dan tetap memilih bekerja di rumah anda.

Timbun Bahan Makanan
Belilah bahan makanan, dan simpan di lemari es sebagai persediaan. Dengan begitu anda tidak akan kerepotan karena harus berbelanja setiap hari. agar makanan tahan lama, perhatikan hal-hal berikut.
  • Pilihlah bahan makanan yang betul-betul baik (Segar dan tidak busuk). Misalnya kentang, pilihlah yang tidak berlubang dan tidak mengandung ulat. sedang untuk ikan pilihlah yang masih kenyal.
  • Simpan sayuran atau daging dalam wadah kedap udara. karena masuknya udara membuka peluang tumbuhnya mikroba yang merusak makanan.
  • Khusus untuk daging, ayam atau ikan, akan lebih praktis bila disimpan setelah dibumbui.
  • Simpanlah sayuran di dalam lemari pendingin, di tempat khusus untuk menyimpan sayuran.
  • Bahan makanan kering, seperti kerupuk, emping, abon, kacang atau makaroni, sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup rapat dan disimpan di lemari yang tidak lembab.



SUMBER :
Artiku.com


SAHABAT, JANGAN LUPA SILAH BACA : UNTUK BERBAGI INFO, SEBAR LUASKAN TIPS INI :
Readmore »

TIPS CARA MEMILIH BAJU LEBARAN SESUAI BENTUK TUBUH (BACA, SILAHKAN KLIK...)



Ingin tampil mempesona saat hari Raya nanti? Caranya adalah dengan memilih baju muslim yang bisa menutupi kekurangan sekaligus mengaksentuasi kelebihan tubuh Anda. Berikut empat tips memilih baju lebaran sesuai bentuk tubuh.

Tubuh Lurus
Bagi Anda yang memiliki tubuh lurus, sebaiknya berikan perhatian pada cara menambahkan lekukan tubuh. Pilih baju muslim yang berpotongan di pinggang. Misalnya saja gamis atau abaya yang dilengkapi detail pada pinggang.

Jika Anda tidak ingin mengenakan terusan panjang, busana model 'two-pieces' pun bisa dijadikan pilihan. Alihkan perhatian dengan memilih atasan berdetail atau bawahan yang berpotongan longgar. Seperti salah satu busana muslim karya Ghea Panggabean ini yang menghadirkan celana jodhpur dan detail bordir pada atasan.

Untuk tubuh lurus, sebaiknya hindari model busana yang ketat karena akan mempertegas bentuk tubuh Anda yang sebenarnya. Namun, bukan berarti Anda bisa mengenakan busana yang terlampau longgar. Pakaian seperti ini justru membuat Anda semakin tak memiliki lekuk tubuh.

Tubuh Jam Pasir
Pilihan untuk bentuk tubuh ini lebih bervariatif. Intinya, hanya perlu mempertegas kelebihan Anda, yaitu lekuk tubuh. Berekpresilah dengan baju muslim yang memilik detail pada pinggang, salah satunya gamis berdraperi. Untuk alternatif lain, Anda bisa mencoba gaya retro ala tahun '50an yang sedang tren. Misalnya, rok maxi berpotongan high waist yang dipadukan bersama kaus pas badan berlengan panjang. Bagi pemilik tubuh jam pasir, hindari memilih baju muslim yang terbuat dari bahan tebal dan berat, seperti rajut karena akan menambah volume tubuh Anda.

Tubuh Mungil
Untuk tubuh mungil, pilihlah busana yang tidak terlalu panjang seperti terusan maxi, karena akan menciptakan kesan 'tenggelam'. Sebaiknya, pakai busana yang pas di tubuh namun tidak terlalu ketat dan lengkapi penampilan dengan sepatu hak untuk kesan jenjang. Busana muslim yang longgar bukan pilihan yang tepat untuk Anda, ada baiknya jika memilih busana muslim 'two-pieces'.



Sumber :
Wolipop,Com


SAHABAT, JANGAN LUPA SILAH BACA : UNTUK BERBAGI INFO, SEBAR LUASKAN TIPS INI :
Readmore »

TIPS MENDESAIN PARCEL LEBARAN SENDIRI (BACA SELENGKAPNYA, SILAHKAN KLIK...)



Mendesain parcel lebaran anda sendiri, membutuhkan ketrampilan yang lebih bila dibandingkan dengan mendesain kartu ucapan lebaran


Selain itu, tingkat kerumitan, budget dan intuisi artistik anda lebih ditantang dalam membuat parcel lebaran. Mendesain parcel memiliki banyak komponen yang harus dipertimbangkan berikut tipsnya:

1. Langkah pertama dalam membuat parcel lebaran adalah menentukan tema. Kali ini bertepatan dengan momentum hari raya idul fitri, maka tema hari raya lah yang akan digunakan. Penentuan tema ini akan menentukan langkah selanjutnya seperti pemilihan isi parcel, kemasan dan seterusnya.

2. Tentukan isi paket parcel yang sesuai dengan tema lebaran seperti misalnya kategori makanan dapat berupa buah kurma dalam kemasan, sirup, kue kering dalam kemasan, dan aneka makanan. Kategori lain seperti pakaian dapat berupa sarung, baju koko, mukena, jilbab, al-qur’an dan sebagainya lihat di jual parcel lebaran.

3. Selanjutnya, kita masuk dalam tahap desain atau pengemasan. Langkah awal adalah memilih keranjang paket parcel. Ada beragam jenis keranjang parcel dalam berbagai ukuran seperti keranjang dari anyaman bambu, tikar mendong, tikar pandan dan lain sebagainya. Dalam memilih keranjang parcel, anda dapat sekaligus memperhitungkan kedalaman keranjang.

4. Sebelum memulai menyusun tata letak isi parcel dan pengemasan luarnya, anda harus menyiapkan berbagai alat yang diperlukan. Alat-alat tersebut meliputi gunting, cutter, pisau, tang pemotong kawat dan pelubang kertas, perekat seperti seperti lem, selotape, jarum, kawat, paku dan lain sebagainya.

5. Sekarang anda dapat mulai menyusun parcel anda. Langkah pertama, sebelum menyusun isi parcelnya, anda harus menyusun filling. Filling atau pengisi adalah pengganjal keranjang parcel untuk mengimbangi kedalaman keranjang dengan isi parcel agar isi parcel tidak tenggelam dalam kedalaman keranjang sehingga tidak terlihat atau hanya terlihat bagian atasnya saja pada waktu dikemas.

6. Setelah itu, tentukan bahan lining untuk alas meletakkan isi parcel. Lining dapat berupa kertas berwarna atau kain baik yang bemotif maupun polos. Anda harus memilih lining dari bahan yang baik karena lining in akan tampak dari luar. Lining juga berfungsi menutupi filling apabila bahan filling kurang baik untuk ditampilkan.

7. Mulailah menata isi paket parcel lebaran anda. Aturlah sedemikian rupa agar isi parcel teridentifikasi atau tampak dari luar dan simetris. Sebagai contoh untuk = kategori makanan, usahakan agar jenis makanan apa yang ada di dalam parcel tersebut tampak dari luar sehingga dapat dikenali oleh siapapun yang melihatnya. Untuk tata letak, aturlah sedemikian rupa agar simetris dan tidak berat sebelah.

8. Setelah semua isi paket parcel lebaran tertata desainlah topping semenarik mungkin. Topping adalah bagian penutup parcel. Ini adalah tahap wrapping atau pembungkusan, dimana biasanya digunakan plastik bermotif untuk penutup. Gunakan plastik yang memiliki ukuran ketebalan sedang. Plastik yang terlalu tipis akan membuat kemasan cepat sobek dan merusak isi parcel. Sedangkan, plastik yang terlalu tebal dapat menghindari pandangan untuk melihat isi parcel.


Sumber :


SAHABAT, JANGAN LUPA SILAH BACA : UNTUK BERBAGI INFO, SEBAR LUASKAN TIPS INI :
Readmore »

Kamis, 11 Agustus 2011

TIPS KHUSUS SUAMI ISTRI UNTUK AMAN BERCINTA DI BULAN SUCI RAMADHAN TANPA MENGGANGGU IBADAH (BACA, SILAHKAN KLIK...)



Bagi umat Islam, Ramadan adalah bulan mulia untuk mencari pahala sebanyak-banyaknya. Bagi sebagian orang, aktivitas seksual pada bulan ini dihindari, terutama para wanita. 

Berbagai alasan seperti tidak ingin menodai bulan Ramadan, kelelahan menyiapkan makanan berbuka dan sahur atau ingin sepenuhnya beribadah. Bulan Ramadan bukan berarti pasangan suami-istri juga harus berpuasa dari seks.

Seperti dikutip dari Islamqa, hubungan intim suami-istri haram dilakukan pada siang hari. Jika pasangan melakukannya di siang hari, ada kafarat (denda) yang harus dijalani yakni memerdekakan seorang budak, jika tak memungkinkan berpuasa dua bulan berturut-turut atau memberi makan 60 orang fakir miskin.

Sementara hubungan seksual suami-istri diperbolehkan dilakukan malam hari hingga awal fajar.

Beberapa tips agar aktivitas bercinta tetap berjalan lancar selama Ramadan:

1. Lakukan dengan niat ibadah Melakukan hubungan seks pada malam hari saat Ramadhan justru berpahala, karena termasuk ibadah. Karena itu, jangan terbebani dan lakukanlah dengan hati senang dan ikhlas. Anda berdua akan lebih menikmatinya.

2. Atur waktu Pintar-pintarlah mencari waktu yang tepat melepaskan hasrat karena waktu yang relatif sempit selama Ramadan. Setelah berbuka di sore hari hingga tarawih, Anda masih punya waktu beberapa jam hingga masuk waktu sahur. Manfaatkan waktu ini untuk bermesraan dengan pasangan.
3. Lakukan seks kilat Selama berpuasa, kita harus menjaga agar fisik tidak lemah di siang hari. Apalagi jika kedua pasangan sama-sama bekerja. Jika selama ini durasi seks bersama pasangan lebih lama, usahakan lakukan lebih cepat, agar tenaga tak terkuras. Rasa malas karena harus mandi besar bisa dikurangi dengan mandi air hangat agar tak kedinginan.

4. Saling mengerti Anda dan pasangan harus memiliki pikiran yang selaras, tanpa ada keinginan memaksakan kehendak atau menang sendiri. Bila salah satu dari pasangan enggan, pasangan lainnya harus mengerti. Jika hubungan intim suami-istri dilakukan dengan cinta, selain pahala, pasangan bisa menghapuskan dosa-dosa.



Sumber :
Dunia-panas.blogspot.com




SAHABAT, JANGAN LUPA SILAH BACA : UNTUK BERBAGI INFO, SEBAR LUASKAN TIPS INI :
Readmore »

Rabu, 10 Agustus 2011

TIPS CARA MENGHITUNG JUMLAH ZAKAT ANDA (BACA SELENGKAPNYA, SILAHKAN KLIK....)




Cara menghitung zakat maal fitrah zakat profesi niaga zakat simpanan usaha zakat emas perak investasi zakat hadiah dan zakat perusahaan.
Ini mungkin akan dibutuhkan oleh teman-teman dalam rangka membersihkan penghasilan/pendapatan kita setelah sebelumnya telah membaca panduan zakat pengetian Zakat makna hikmah syarat hukum wajib macam jenis zakat.
Sejujurnya tidaklah mudah untuk berdisplin dalam mengkalkulasi atau menghitung zakat dan membayarkannya tepat waktu. Terdapat godaan yang cukup berat sehingga seringkali meletakkan zakat bukan pada prioritas utama.
Hal ini bisa disebabkan oleh ketidaktahuan dalam menghitung zakat atau memang disengaja karena tidak rela menyisihkan sebagian penghasilan karena buat makan saja sudah pas-pasan atau mungkin lebih senang diinvestasikan agar pendapatan semakin bertambah. Padahal zakat merupakan kewajiban bagi seorang muslimin dan muslimah.
Mudaha-mudahan panduan cara hitung kalkulasi zakat maal fitrah zakat profesi niaga usaha zakat emas perak zakat simpanan investasi zakat hadiah dan zakat perusahaan ini bermanfaat.
Panduan Cara Menghitung Zakat Maal Fitrah Profesi Niaga Emas Simpanan Perak Investasi Hadiah Perusahaan

Zakat Fitrah/Fidyah
Dari Ibnu Umar ra berkata :
“Rasulullah saw mewajibkan zakat fitrah satu sha’ kurma atau gandum pada budak, orang merdeka, lelaki perempuan, anak kecil dan orang dewasa dari ummat Islam dan memerintahkan untuk membayarnya sebelum mereka keluar untuk sholat (‘iid ). ( Mutafaq alaih ).
Besarnya zakat fitrah menurut ukuran sekarang adalah 2,176 kg. Sedangkan makanan yang wajib dikeluarkan yang disebut nash hadits yaitu tepung, terigu, kurma, gandum, zahib (anggur) dan aqith (semacam keju). Untuk daerah/negara yang makanan pokoknya selain 5 makanan di atas, mazhab Maliki dan Syafi’i membolehkan membayar zakat dengan makanan pokok yang lain.
Menurut mazhab hanafi pembayaran zakat fitrah dapat dilakukan dengan membayar- kan harganya dari makanan pokok yang di makan.
Pembayaran zakat menurut jumhur ‘ulama :
1. Waktu wajib membayar zakat fitrah yaitu ditandai dengan tenggelamnya matahari di akhir bulan Ramadhan
2. Membolehkan mendahulukan pembayaran zakat fitrah di awal.
Keterangan :Bagi yang tidak berpuasa Ramadhan karena udzur tertentu yang dibolehkan oleh syaria’t dan mempunyai kewajiban membayar fidyah, maka pembayaran fidyah sesuai dengan lamanya seseorang tidak berpuasa.http://rumahislami.blogspot.com/
Zakat Maal
1. Pengertian Maal (harta)
Menurut terminologi bahasa (lughat), harta adalah segala sesuatu yang diinginkan sekali oleh manusia untuk memiliki, memanfaatkan dan menyimpannya.
Sedangkan menurut terminologi syari’ah (istilah syara’), harta adalah segala sesuatu yang dapat dimiliki (dikuasai) dan dapat digunakan (dimanfaatkan) menurut ghalibnya (lazim). Sesuatu dapat disebut dengan maal (harta) apabila memenuhi 2 (dua) syarat, yaitu:
1. Dapat dimiliki, dikuasai, dihimpun, disimpan
2. Dapat diambil manfaatnya sesuai dengan ghalibnya. Misalnya rumah, mobil, ternak, hasil pertanian, uang, emas, perak, dll.
2. Syarat-syarat Kekayaan yang Wajib di Zakati
1. Milik Penuh
Artinya harta tersebut berada dalam kontrol dan kekuasaanya secara penuh, dan dapat diambil manfaatnya secara penuh. Harta tersebut didapatkan melalui proses pemilikan yang dibenarkan menurut syariat Islam, seperti : usaha, warisan, pemberian negara atau orang lain dan cara-cara yang sah. Sedangkan apabila harta tersebut diperoleh dengan cara yang haram, maka zakat atas harta tersebut tidaklah wajib, sebab harta tersebut harus dibebaskan dari tugasnya dengan cara dikembalikan kepada yang berhak atau ahli warisnya.
2. Berkembang
Artinya harta tersebut dapat bertambah atau berkembang bila diusahakan atau mempunyai potensi untuk berkembang.
3. Cukup Nishab
Artinya harta tersebut telah mencapai jumlah tertentu sesuai dengan ketetapan syara’. sedangkan harta yang tidak sampai nishabnya terbebas dari Zakat dan dianjurkan mengeluarkan Infaq serta Shadaqah
4. Lebih Dari Kebutuhan Pokok
Kebutuhan pokok adalah kebutuhan minimal yang diperlukan seseorang dan keluarga yang menjadi tanggungannya, untuk kelangsungan hidupnya. Artinya apabila kebutuhan tersebut tidak terpenuhi yang bersangkutan tidak dapat hidup layak. Kebutuhan tersebut seperti kebutuhan primer atau kebutuhan hidup minimum, misal, belanja sehari-hari, pakaian, rumah, kesehatan, pendidikan, dsb.
5. Bebas Dari hutang
Orang yang mempunyai hutang sebesar atau mengurangi senishab yang harus dibayar pada waktu yang sama (dengan waktu mengeluarkan zakat), maka harta tersebut terbebas dari zakat.
6. Berlalu Satu Tahun (Al-Haul)
Maksudnya adalah bahwa pemilikan harta tersebut sudah belalu (mencapai) satu tahun. Persyaratan ini hanya berlaku bagi ternak, harta simpanan dan perniagaan. Sedangkan hasil pertanian, buah-buahan dan rikaz (barang temuan) tidak ada syarat haul.http://rumahislami.blogspot.com/
3. Harta (maal) yang Wajib di Zakati
1. Binatang Ternak
Hewan ternak meliputi hewan besar (unta, sapi, kerbau), hewan kecil (kambing, domba) dan unggas (ayam, itik, burung).
2. Emas Dan Perak
Emas dan perak merupakan logam mulia yang selain merupakan tambang elok, juga sering dijadikan perhiasan. Emas dan perak juga dijadikan mata uang yang berlaku dari waktu ke waktu. Islam memandang emas dan perak sebagai harta yang (potensial) berkembang. Oleh karena syara’ mewajibkan zakat atas keduanya, baik berupa uang, leburan logam, bejana, souvenir, ukiran atau yang lain.
Termasuk dalam kategori emas dan perak, adalah mata uang yang berlaku pada waktu itu di masing-masing negara. Oleh karena segala bentuk penyimpanan uang seperti tabungan, deposito, cek, saham atau surat berharga lainnya, termasuk kedalam kategori emas dan perak. sehingga penentuan nishab dan besarnya zakat disetarakan dengan emas dan perak.
Demikian juga pada harta kekayaan lainnya, seperti rumah, villa, kendaraan, tanah, dll. Yang melebihi keperluan menurut syara’ atau dibeli/dibangun dengan tujuan menyimpan uang dan sewaktu-waktu dapat di uangkan. Pada emas dan perak atau lainnya yang berbentuk perhiasan, asal tidak berlebihan, maka tidak diwajibkan zakat atas barang-barang tersebut.
3. Harta Perniagaan
Harta perniagaan adalah semua yang diperuntukkan untuk diperjual-belikan dalam berbagai jenisnya, baik berupa barang seperti alat-alat, pakaian, makanan, perhiasan, dll. Perniagaan tersebut di usahakan secara perorangan atau perserikatan seperti : CV, PT, Koperasi, dsb.
4. Hasil Pertanian
Hasil pertanian adalah hasil tumbuh-tumbuhan atau tanaman yang bernilai ekonomis seperti biji-bijian, umbi-umbian, sayur-mayur, buah-buahan, tanaman hias, rumput-rumputan, dedaunan, dll.
5. Ma’din dan Kekayaan Laut
Ma’din (hasil tambang) adalah benda-benda yang terdapat di dalam perut bumi dan memiliki nilai ekonomis seperti emas, perak, timah, tembaga, marmer, giok, minyak bumi, batu-bara, dll. Kekayaan laut adalah segala sesuatu yang dieksploitasi dari laut seperti mutiara, ambar, marjan, dll.
6. Rikaz
Rikaz adalah harta terpendam dari zaman dahulu atau biasa disebut dengan harta karun. Termasuk didalamnya harta yang ditemukan dan tidak ada yang mengaku sebagai pemiliknya.
Profesi/Pendapatan

Zakat profesi adalah zakat yang dikeluarkan dari penghasilan profesi (hasil profesi) bila telah mencapai nisab. Profesi dimaksud mencakup profesi pegawai negeri atau swasta, konsultan, dokter, notaris, akuntan, artis, wiraswasta, dll.
Dasar Hukum Syari’at
Firman Allah SWT:
“dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak dapat bahagian”. (QS. Adz-Dzaariyaat (51): 19)
Firman Allah SWT:
“Wahai orang-orang yang beriman, infaqkanlah (zakat) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu”. (QS Al Baqarah: 267)
Hadist Nabi SAW:
“Bila zakat bercampur dengan harta lainnya maka ia akan merusak harta itu”.(HR. AL Bazar dan Baehaqi)
Hasilan profesi (pegawai negeri/swasta, konsultan, dokter, notaris, wiraswasta, dll) merupakan sumber pendapatan (kasab) yang tidak banyak dikenal di masa generasi terdahulu, oleh karenanya bentuk kasab ini tidak banyak dibahas, khususnya yang berkaitan dengan “zakat”. Lain halnya dengan bentuk kasab yang lebih populer saat itu, seperti pertanian, peternakan dan perniagaan, mendapatkan porsi pembahasan yang sangat memadai dan detail. Meskipun demikian bukan berarti harta yang didapatkan dari hasil profesi tersebut bebas dari zakat, sebab zakat pada dasarnya/hakekatnya adalah pungutan harta yang diambil dari orang-orang kaya untuk dibagikan kepada orang-orang miskin diantara mereka (sesuai dengan ketentuan syara’).
Dengan demikian apabila seseorang dengan penghasilan profesinya ia menjadi kaya, maka wajib atas kekayaannya itu zakat, akan tetapi jika hasilnya tidak mencukupi kebutuhan hidup (dan keluarganya), maka ia menjadi mustahiq (penerima zakat). Sedang jika hasilnya hanya sekedar untuk menutupi kebutuhan hidupnya, atau lebih sedikit maka baginya tidak wajib zakat. Kebutuhan hidup yang dimaksud adalah kebutuhan pokok, yakni, papan, sandang, pangan dan biaya yang diperlukan untuk menjalankan profesinya.
Zakat profesi memang tidak dikenal dalam khasanah keilmuan Islam, sedangkan hasil profesi yang berupa harta dapat dikategorikan ke dalam zakat harta (simpanan/kekayaan). Dengan demikian hasil profesi seseorang apabila telah memenuhi ketentuan wajib zakat maka wajib baginya untuk menunaikan zakat.
Contoh perhitungan:
* Iwan Darsawan adalah seorang karyawan swasta yang berdomisili di kota Bekasi, memiliki seorang istri dan 2 orang anak. Penghasilan bersih perbulan Rp. 1.500.000,-.
* Bila kebutuhan pokok keluarga tersebut kurang lebih Rp. 625.000 per bulan maka kelebihan dari penghasilannya = (1.500.000 – 625.000) = Rp. 975.000 perbulan.
* Apabila saldo rata-rata perbulan 975.000 maka jumlah kekayaan yang dapat dikumpulkan dalam kurun waktu satu tahun adalah Rp. 11.700.000 (lebih dari nishab).
* Dengan demikian Akbar berkewajiban membayar zakat sebesar 2.5% dari saldo.
* Dalam hal ini zakat dapat dibayarkan setiap bulan sebesar 2.5% dari saldo bulanan atau 2.5 % dari saldo tahunan.
Perhitungan Zakat Pendapatan/Profesi
Nisab zakat pendapatan / profesi setara dengan nisab zakat tanaman dan buah-buahan sebesar 5 wasaq atau 652,8 kg gabah setara dengan 520 kg beras, kadar zakatnya sebesar 2,5 %. Waktu untuk mengeluarkan zakat profesi pada setiap kali menerima diqiyaskan dengan waktu pengeluaran zakat tanaman yaitu setiap kali panen. “Dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya ( dengan dikeluar kan zakat nya ). ( QS : Al-An’am : 141 ).
Contoh perhitungan:
* Nisab sebesar 520 kg beras, asumsi harga `eras 2000 jadi nilai nisab sebesar 520 x 2000 = 1.400.000
* Jumlah pendapatan perbulan Rp 2.000.000,-
* Zakat atas pendapatan ( karena telah mencapai nisab ) 2,5 % x 2.000.000,- = 50.000,-
Uang Simpanan
Uang simpanan ( baik tabungan, deposito, dll ) dikenakan zakat dari jumlah terendah bila telah mencapai haul. Besarnya nisab senilai dengan 85 gr emas ( asumsi 1 gr emas Rp 75.000, nisab sebesar Rp 6.375.000 ). Kadarnya zakatnya sebesar 2,5 %.
1. Uang Tabungan
Tanggal Masuk Keluar Saldo
01/03/99 20.000.000 20.000.000
25/03/99 2.000.000 18.000.000
20/05/99 5.000.000 13.000.000
01/06/99 200.000* 13.200.000
12/09/99 1.000.000 12.200.000
11/10/99 2.000.000 14.200.000
31/02/00 1.000.000 15.200.000
* Bagi hasil
Jumlah saldo terakhir dalam tabel di atas adalah 15.200.000 telah melebihi nisab (asumsi 1 gr emas Rp 75.000, nisab sebesar Rp 6.375.000) dan genap satu tahun. Tahun haul menurut contoh di atas 01/03/99 – 31/02/00.. uang bagi hasil ini dikeluarkan terlebih dahulu sebelum perhitungan zakat.
Perhitungan :
* Tahun haul : 01/03/99 – 31/02/00
* Nisab : Rp 6.375.000,-
* Saldo terakhir : Rp 15.200.000,- – Rp 200.000,- = Rp 15.000.000,-
* Besarnya zakat : 2,5 % x Rp 15.000.000,- = Rp 375.000,-
Bila seseorang mempunyai beberapa tabungan maka semua buku dihitung setelah dilihat haul dan saldo terendah dari masing-masing buku.
Perhitungan:
* Haul : 01/03/99 – 31/02/00
* Saldo terakhir:
- Buku 1: 5.000.000- Buku 2: 3.000.000- Buku 3: 2.000.000
* Jumlah total : Rp 10.000.000
* Zakat : 2,5 % x Rp 10.000.000 = Rp 250.000,-
2. Simpanan Deposito
Seseorang mempunyai deposito di awal penyetoran tanggal 01/04/99 sebesar Rp 10.000.000 dengan jumlah bagi hasil 300.000 setahun. Haul wajib zakat adalah tanggal 31/03/00, nisab sebesar 6.375.000. Maka setelah masa haul tiba zakat yang harus dikeluarkan sebesar :
2.5 % x Rp 10.000.000 = Rp 250.000
Bila seseorang mempunyai beberapa simpanan deposito maka seluruh jumlah simpanan deposito dijumlahkan. Bila mencapai nisab dengan masa satu tahun kadar zakatnya sebesar 2,5 % dengan perhitungan seperti di atas.
Zakat Emas/Perak
Seorang muslim yang mempunyai emas dan perak wajib mengeluarkan zakat bila sesuai dengan nisab dan haul. Adapun nisab emas sebesar 85 gr dan nisab perak 595 gr.
1. Emas yang tidak dipakai
Emas yang tidak dipakai adalah perhiasan emas yang tidak digunakan atau sekali pun dipakai hanya sekali setahun. Dengan demikian bila seseorang menyimpan me-nyamai atau melebihi 85 gr maka ia wajib mengeluarkan zakat emas tersebut. Ada pun kadar zakatnya besarnya 2,5 % di hitung dari nilai uang emas tersebut. Misalnya : seseorang mempunyai 90 gr emas. Harga 1 gr emas 70.000. Maka besarnya zakat yang dikeluarkan sebesar : 90 x 70.000 x 2,5 % = 157.500
2. Emas yang dipakai
Emas yang dipakai adalah dalam kondisi wajar dan tidak berlebihan. Jadi bila seorang wanita mempunyai emas 120 gr, dipakai dalam aktivitas sehari-hari sebanyak 15 gr. Maka zakat emas yang wajib dikeluarkan oleh wanita tersebut adalah 120 gr – 15 gr = 105 gr. Bila harga emas 70.000 maka zakat yang harus dikeluarkan sebesar : 105 x 70.000 x 2,5 % = 183.750
Keterangan :
Perhitungan zakat perak mengikuti cara per hitungan di atas.
Zakat Investasi

Zakat investasi adalah zakat yang dikenakan terhadap harta yang diperoleh dari hasil investasi. Diantara bentuk usaha yang masuk investasi adalah bangunan atau kantor yang disewakan, saham, rental mobil, rumah kontrakan, investasi pada ternak atau tambak, dll.
Dilihat dari karakteristik investasi, biasanya modal tidak bergerak dan tidak terpengaruh terhadap hasil produksi maka zakat investasi lebih dekat ke zakat pertanian. Pendapat ini diikuti oleh ulama modern seperti Yusuf Qordhowi, Muhammad Abu Zahrah, Abdul Wahab Khalaf, Abdurahman Hasan, dll.
Dengan demikian zakat investasi dikeluarkan pada saat menghasilkan sedangkan modal tidak dikenai zakat. Kadar zakat yang dikeluarkan sebesar 5 % atau 10 %. 5 % untuk penghasilan kotor dan 10 untuk penghasilan bersih.
Zakat Hadiah dan Sejenisnya

1. Jika hadiah tersebut terkait dengan gaji maka ketentuannya sama dengan zakat profesi/pendapatan. Dikeluarkan pada saat menerima dengan kadar zakat 2,5 %.
2. Jika komisi, terdiri dari 2 bentuk : pertama, jika komisi dari hasil prosentasi keuntungan perusahaan kepada pegawai, maka zakat yang dikeluarkan sebesar 10 % (sama dengan zakat tanaman), kedua, jika komisi dari hasil profesi seperti makelar, dll maka digolongkan dengan zakat profesi. Aturan pembayaran zakat mengikuti zakat profesi.
3. Jika berupa hibah, terdiri dari dua kriteria, pertama, jika sumber hibah tidak di duga-duga sebelumnya, maka zakat yang dikeluarkan sebesar 20 %, kedua, jika sumber hibah sudah diduga dan diharap, hibah tersebut digabung kan dengan kekayaan yang ada dan zakat yang dikeluarkan sebesar 2,5 %.
Zakat Perniagaan-Zakat Perdagangan
“Rasulullah SAW memerintahkan kami agar mengeluarkan zakat dari semua yang kami persiapkan untuk berdagang.” ( HR. Abu Dawud )
Ketentuan zakat perdagangan:
1. Berjalan 1 tahun ( haul ), Pendapat Abu Hanifah lebih kuat dan realistis yaitu dengan menggabungkan semua harta perdagangan pada awal dan akhir dalam satu tahun kemudian dikeluarkan zakatnya.
2. Nisab zakat perdagangan sama dengan nisab emas yaitu senilai 85 gr emas
3. Kadarnya zakat sebesar 2,5 %
4. Dapat dibayar dengan uang atau barang
5. Dikenakan pada perdagangan maupun perseroan.
Perhitungan :(Modal diputar + Keuntungan + piutang yang dapat dicairkan) – (hutang + kerugian) x 2,5 %
Contoh :
Harta perniagaan, baik yang bergerak di bidang perdagangan, industri, agroindustri, ataupun jasa, dikelola secara individu maupun badan usaha (seperti PT, CV, Yayasan, Koperasi, Dll) nishabnya adalah 20 dinar (setara dengan 85 gram emas murni). Artinya jika suatu badan usaha pada akhir tahun (tutup buku) memiliki kekayaan (modal kerja dan untung) lebih besar atau setara dengan 85 gram emas (asumsi jika per-gram Rp 75.000,- = Rp 6.375.000,-), maka ia wajib mengeluarkan zakat sebesar 2,5 %
Pada badan usaha yang berbentuk syirkah (kerjasama), maka jika semua anggota syirkah beragama Islam, zakat dikeluarkan lebih dulu sebelum dibagikan kepada pihak-pihak yang bersyirkah. Tetapi jika anggota syirkah terdapat orang yang non muslim, maka zakat hanya dikeluarkan dari anggota syirkah muslim saja (apabila jumlahnya lebih dari nishab)
Cara menghitung zakat :
Kekayaan yang dimiliki badan usaha tidak akan lepas dari salah satu atau lebih dari tiga bentuk di bawah ini :
1. Kekayaan dalam bentuk barang
2. Uang tunai
3. Piutang
Maka yang dimaksud dengan harta perniagaan yang wajib dizakati adalah yang harus dibayar (jatuh tempo) dan pajak.
Contoh :
Sebuah perusahaan meubel pada tutup buku per Januari tahun 1995 dengan keadaan sbb :
* Sofa atau Mebel belum terjual 5 set Rp 10.000.000
* Uang tunai Rp 15.000.000
* Piutang Rp 2.000.000
* Jumlah Rp 27.000.000
* Utang & Pajak Rp 7.000.000
* Saldo Rp 20.000.000
* Besar zakat = 2,5 % x Rp 20.000.000,- = Rp 500.000,-
Pada harta perniagaan, modal investasi yang berupa tanah dan bangunan atau lemari, etalase pada toko, dll, tidak termasuk harta yang wajib dizakati sebab termasuk kedalam kategori barang tetap (tidak berkembang)
Usaha yang bergerak dibidang jasa, seperti perhotelan, penyewaan apartemen, taksi, renal mobil, bus/truk, kapal laut, pesawat udara, dll, kemudian dikeluarkan zakatnya dapat dipilih diantara 2 (dua) cara:
* Pada perhitungan akhir tahun (tutup buku), seluruh harta kekayaan perusahaan dihitung, termasuk barang (harta) penghasil jasa, seperti taksi, kapal, hotel, dll, kemudian keluarkan zakatnya 2,5 %.
* Pada Perhitungan akhir tahun (tutup buku), hanya dihitung dari hasil bersih yang diperoleh usaha tersebut selama satu tahun, kemudian zakatnya dikeluarkan 10%. Hal ini diqiyaskan dengan perhitungan zakat hasil pertanian, dimana perhitungan zakatnya hanya didasarkan pada hasil pertaniannya, tidak dihitung harga tanahnya.
Zakat Perusahaan
Zakat perusahaan hampir sama dengan zakat perdagangan dan investasi. Bedanya dalam zakat perusahaan bersifat kolektif. Dengan kriteria sebagai berikut :
1. Jika perusahaan bergerak dalam bidang usaha perdagangan maka perusahaan tersebut mengeluarkan harta sesuai dengan aturan zakat perdagangan. Kadar zakat yang dikeluarkan sebesar 2,5 %
2. Jika perusahaan tersebut bergerak dalam bidang produksi maka zakat yang dikeluarkan sesuai dengan aturan zakat investasi atau pertanian. Dengan demikian zakat perusahaan dikeluarkan pada saat menghasilkan sedangkan modal tidak dikenai zakat. Kadar zakat yang dikeluarkan sebesar 5 % atau 10 %. 5 % untuk penghasilan kotor dan 10 % untuk pengahasilan bersih.
Catatan :Bila dalam perusahaan tersebut ada penyer taan modal dari pegawai non muslim maka penghitungan zakat setelah dikurangi ke- pemilikan modal atau keuntungan dari pegawai non muslim.

SUMBER :
UNTUKKU.COM


SAHABAT, JANGAN LUPA SILAH BACA : UNTUK BERBAGI INFO, SEBAR LUASKAN TIPS INI :
Readmore »


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

ARTIKEL "TIPS" POPULER SAAT INI :::::::::